Langkah kaki - kaki kecil itu berhenti di atas susunan bebatuan yang terpenjara oleh anyaman kawat kuat. Rambut mereka berkibar-kibar diterpa angin. Pun mereka telah berjejer satu baris saja. Di tangan kanan mereka, menggenggam masing-masing sebuah batu. Batu berwarna hitam pekat, abu-abu tua, abu-abu muda, putih, apa sajalah. Seorang mulai menggosok-gosokkan batu dengan kedua tangan, seorang lagi me-lap-i batu di celana yang ia kenakan. Seorang lainnya diam saja menatap cakrawala. Aba-aba diteriakkan. Lemparrr! Di waktu bersamaan, batu-batu itu terlontar ke arah depan. Splash! splash! splash! Bagai katak, batu-batu itu melompat beberapa kali di air yang tenang, sebelum akhirnya tenggelam. Permainan berakhir dengan sorak sorai dan penilaian. Berapa? Kamu berapa? Ya, berapa kali batu melompat di atas air. Entah apa nama permainan ini. *Edisi 5.6.7*