Pagi itu saya beruntung. Meski masih dalam renovasi di beberapa area, Museum Kereta Api Ambarawa telah resmi dibuka kembali sejak 1 Oktober 2014. Bunyi khas cerobong lokomotif uap menggema hingga ke parkiran. Saya bergegas. Takut ketinggalan. Bukan ketinggalan kereta, melainkan ketinggalan momen memotret. Kereta telah kembali Sang Kepala Stasiun mengangkat tongkatnya. Kereta pun melaju perlahan. Semakin lama bagai titik di tengah laut *boong*. Lokomotif tua bernomor seri B5112 menarik dua buah gerbong berpenumpang. Belum sempat saya mengeluarkan kamera. Ingin rasanya melambaikan tangan. Dalam hati berdoa, semoga kelak bisa merasakan sensasi serupa. Entah kapan, karena harga sewa dan operasional kereta mencapai puluhan juta. Di situ kadang saya merasa sedih... Kepala Stasium kemudian menyambut kami di ruang kerjanya. Kemeja berdasi adalah seragam wajib seorang kepala stasiun setiap memberangkatkan dan menyambut kedatangan kereta. Ia pun mulai berkisah. Bany...