Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kuliner

4 Icip-icip wajib di Kota Magelang

Cukup banyak kota-kota di Jawa Tengah yang terkenal sebagai Surga Kuliner. Kota Semarang dan Surakarta (Solo) adalah dua diantaranya. Namun kali ini saya diajak teman-teman menelusuri 'surga kuliner' lainnya di selatan Semarang. Sebuah kota kecil berhawa sejuk karena dikelilingi gunung dan barisan pegunungan, tempat dulu saya pernah berstatus sebagai 'penduduk'.  Selamat datang di kota Magelang. Tahu Kupat Pojok Kenapa dinamakan Kupat Tahu Pojok, mungkin karena lokasinya berada di sudut perempatan jalan (cmiiw) tepatnya Jl. Tentara Pelajar (barat daya alun-alun). Sebenarnya Tahu Kupat Pojok adalah sebuah 'merk' rumah makan yang menjual menu Tahu Kupat. Karena, tepat di sebelahnya, terdapat rumah makan yang menjual menu serupa. Tahu Kupat sendiri terbuat dari campuran potongan tahu goreng, ketupat, kol, bakwan, kemudian diguyur kuah kacang bercita rasa manis dan pedas. Es Semanggi Masih di kawasan alun-alun kota Magelang. Depot Es Semanggi adalah ...

Sayur Becek : Sup Super Istimewa

Apa yang terpikir dalam benak Anda saat mendengar 'Sayur becek'? Bagi pecinta hijau-hijauan, bisa jadi kuliner ini adalah pilihan yang keliru. Namun bagi penggemar balungan , sayur becek-lah jawabannya.   Sekilas, sayur becek mirip dengan sayur sup namun kaya akan kaldu daging karena menggunakan balungan sebagai bahan utamanya. Balungan (bahasa Jawa) yang dimaksud ialah tulang iga sapi dengan daging yang masih menempel. Tulang iga sapi dimasak bersama bumbu rempah-rempah ditambah daun kedondong. Semangkuk sup super ini dihidangkan di dalam mangkok bersama sepiring nasi hangat yang diberi tumisan kacang tolo dan cabai hijau.   Sayur becek merupakan hidangan khas masyarakat Purwodadi pedesaan yang disajikan sebagai jamuan untuk para tamu pada saat acara hajatan. Kini, hi dangan berkuah ini telah menjadi menu masakan rumah makan. Lezatnya sayur becek dapat dijumpai di Warung Makan Putra 45 di Jl. Jendral Sudirman Purwodadi.

Tengkleng : Kuliner Rakyat nan Berkelas

Situasi kondisi seringkali menciptakan kreativitas baru. Mungkin cocok kiranya kalimat tersebut menjadi pengantar kisah di balik kuliner Tengkleng. Dahulu, hanya para tuan dan noni Belanda yang dapat menikmati kelezatan olahan daging kambing dengan kuah kental. Sementara, rakyat jelata hanya dapat menyaksikan mereka makan. Sisa-sisa bagian kambing, seperti tulang dan jeroan, dibuang. Para kuli mengolah sisa bagian kambing (selain daging) itu bersama kuah encer bernama tengkleng.Namun, lain dulu lain sekarang, tengkleng menjadi masakan berkelas yang juga tersaji di hotel berbintang. Tengkleng Mbak Diah- Solo Baru Tengkleng merupakan masakan sejenis gulai tanpa santan. Rasanya gurih bercampur sensasi pedas dari cabai. Kenikmatan tengkleng tak hanya dari rasa, melainkan juga dari cara memakannya, yaitu dengan menggerogoti. Menggerogoti adalah cara lazim, karena tengkleng asli menggunakan tulang belulang sebagai bahan utama, maka hanya sedikit daging yang menempel. Kuliner rakyat...

Pesan Toleransi dalam Sepiring Nasi Pindang Kudus

Kabupaten Kudus kaya akan kuliner khas berbahan dasar daging kerbau. Daging Kerbau membawa pesan toleransi beragama yang disampaikan oleh Sunan Kudus selama berdakwah. Untuk menghormati penganut agama Hindu di Kudus, Sunan Kudus menganjurkan pengikutnya untuk tidak menyembelih Sapi dan menggantinya dengan hewan ternaik lainnya, seperti kerbau. Maka, lahirnya kuliner serba daging kerbau. Nasi Pindang Kudus Selain Soto, kuliner daging kerbau lainnya ialah nasi pindang. Kuliner ini dapat dijumpai di salah satu warung kuliner yang terletak di Jl. Museum Kretek No.9 Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus. Lokasinya tak jauh dari alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Di sini, pecinta kuliner dapat mencicipi nasi pindang kerbau yang memanjakan lidah. Kuliner ini mirip nasi rawon khas Jawa Timur, namun menggunakan daging kerbau bukan daging sapi. Kuahnya tidak begitu kental dan bercita rasa gurih dan manis. Nasi pindang disajikan di atas piring yang telah diberi alas daun p...

Sate Ambal Nikmatnya Bukan 'Abal-abal'

Tak bisa dipungkiri jika Sate merupakan salah satu kuliner populer dan punya banyak penggemar. Pun masyarakat Jawa Tengah. Mulai dari Sate Balibul Tegal, Sate blenggong Brebes, Sate Blora, Sate Kere Solo, Sate Suruh, dan masih banyak lagi. Dari harga yang merakyat hingga melangit. Di Selatan Jawa Tengah, tepatnya Desa Ambal Resmi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Sate Ayam Ambal menjadi kebanggaan. Kuliner ini sangat dikenal luas dan pernah menjuarai makanan khas tingkat Jawa Tengah. Keunikan sate ayam khas Ambal ini terletak pada sausnya yang terbuat dari campuran tempe. Soal rasa, tidak diragukan. Nikmatnya bukan abal-abal . Warung sate ambal yang cukup terkenal ialah Warung Sate Pak Kasman yang dapat dijumpai di beberapa tempat, yaitu desa Ambal dan Kutowinangun. Biasanya, satu porsi sate ambal berisi 20 tusuk.

Sup Ikan Teluk Penyu

Pantai Teluk Penyu di selatan Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Cilacap, adalah salah satu destinasi wisata favorit. Berbeda dengan pantai selatan umumnya, pantai teluk penyu memiliki ombak yang tidak begitu besar. Mungkin karena di kelilingi oleh pulau Nusakambangan yang berada tepat di seberang pantai dan berjarak cukup dekat. Kerajinan berbahan baku kerang dan pasir laut dapat mudah ditemui di toko-toko yang berderet sejak dari gerbang loket masuk. Selain itu, banyak pula ditemui warung-warung makan yang menjual aneka seafood. Warung makan Pak Yayat adalah salah satunya. Dengan pemandangan pantai dan perahu nelayan, rupanya warung makan Pak Yayat menyajikan menu yang sangat menggugah selera, terutama Sup Ikan laut. Keistimewaannya karena memiliki cita rasa yang gurih dengan kaldu ikan yang kental dan nikmat. Bahkan walau hanya mencampur nasi dan kuah sup. Tak hanya lezat, porsi sup ikan ini sangat pas untuk keluarga. Sugeng Dhahar :)