Hujan deras menemani di sepanjang perjalanan. Berbekal petunjuk lisan kami menyusuri jalan lengang dan pekat. Arus air bercampur batu-batu kerikil dan tanah bergulir di antara aspal membuat kendaraan berguncang. Wiper mobil bekerja maksimal, semoga lah kami segera sampai pada tujuan. Akhirnya, kami tiba di Pasar Selo. Warung Jadah Bu Yanti, ujar teman saya. Setelah berbalik arah beberapa kali (karena nyasar), terlihat jua lah tulisan 'mungil itu. Warung Jadah bakar Bu Yanti. Bu Yanti (mungkin bukan nama sebenarnya) dengan sigap menyalakan tungku dan membakar beberapa Jadah yang telah disiapkan. Kami pun tak kalah sigap, memotret sana-sini, sembari bertanya ini itu. Jadah merupakan kuliner khas masyarakat Selo. Jadah terbuat campuran kelapa parut ,garam dan adonan beras ketan yang telah direndam satu malam lalu dikukus. Adonan yang telah dikukus, kemudian ditumbuk dalam cetakan dan ditunggu hingga dingin. Sebelum disajikan, jadah dibakar di atas bara api. Setelah i...