Skip to main content

4 Icip-icip wajib di Kota Magelang

Cukup banyak kota-kota di Jawa Tengah yang terkenal sebagai Surga Kuliner. Kota Semarang dan Surakarta (Solo) adalah dua diantaranya. Namun kali ini saya diajak teman-teman menelusuri 'surga kuliner' lainnya di selatan Semarang. Sebuah kota kecil berhawa sejuk karena dikelilingi gunung dan barisan pegunungan, tempat dulu saya pernah berstatus sebagai 'penduduk'. 


Selamat datang di kota Magelang.

Tahu Kupat Pojok
Kenapa dinamakan Kupat Tahu Pojok, mungkin karena lokasinya berada di sudut perempatan jalan (cmiiw) tepatnya Jl. Tentara Pelajar (barat daya alun-alun). Sebenarnya Tahu Kupat Pojok adalah sebuah 'merk' rumah makan yang menjual menu Tahu Kupat. Karena, tepat di sebelahnya, terdapat rumah makan yang menjual menu serupa. Tahu Kupat sendiri terbuat dari campuran potongan tahu goreng, ketupat, kol, bakwan, kemudian diguyur kuah kacang bercita rasa manis dan pedas.



Es Semanggi
Masih di kawasan alun-alun kota Magelang. Depot Es Semanggi adalah tempat yang tepat untuk melepas dahaga. Terletak di basement gedung Matahari Plaza, Depot Es Semanggi menyediakan aneka es dan minuman, mulai dari es jeruk, es tape, es kelapa muda, es dawet, sampai es coklat pleret. Botol-botol kaca erisi sirup berwarna merah berjejer rapi di bagian depan. Berhubung sejak lama penasaran dengan pleret, alhasil segelas es pleret ludes tercerna dalam tubuh. Tiga kata untuk Depot Es ini, Komplit, Segar dan Nikmat. Sangat direkomendasikan!! :D




Sup Senerek
Banyak sumber internet menyebutkan bahwa asal-usul sup senerek adalah hidangan ala Belanda 'Snert Soup' . Snert Soup atau Sup Kacang Polong diadaptasi menjadi Sup Kacang Merah atau Sup Senerek. Selain kacang merah, Sup Senerek berisi irisan daging sapi, wortel, kentang dan sayur bayam. Kuliner berkuah gurih ini nikmat disantap kapan saja, pagi, siang, malam, terutama saat udara dingin. Kelezatan kuliner para Noni Belanda ini dapat dicicipi di Warung Senerek Bu Atmo di  Jl. Mangkubumi, dekat kantor Bakorwil dan Warung Sop Senerek Pak Parto di Ruko bekas terminal lama, Jl. Ikhlas. Saya pribadi lebih cocok dengan cita rasa Sop Senerek Pak Parto :D


Getuk
Siapa yang tak tahu Getuk. Jajanan berbahan dasar Singkong ini memang paling diminati dan dicari oleh para pelancong. Terdapat dua jenis pilihan getuk , yaitu Getuk Modern ( Getuk Eco, Getuk Marem, dan Getuk Trio) dan Getuk Tradisional (Getuk Gondok). Getuk Modern dapat dibeli di toko oleh-oleh yang banyak tersebar di kota Magelang. Sedangkan Getuk Gondok dapat dijumpai di kawasan pasar tradisional, Rejowinangun.



 Foto : Dokumentasi Dinas Pariwisata Kota Magelang


Comments

Popular posts from this blog

Posong, Lukisan Alam di Kaki Sindoro

Baiklah, tenggo ! Tekad saya dalam hati. Saya akan pulang tepat waktu hari ini. Begitu 'Teng' , saya langsung 'Go' alias cabut. Pukul 11 siang, saya bergegas menuju parkiran, menyalakan motor, dan meluncur ke agen travel di daerah Sukun, sekitar 10 km perjalanan arah selatan Semarang. Pukul setengah dua siang, travel jurusan Purwokerto via Wonosobo meninggalkan keramaian 'terminal bayangan' Sukun. Saya tidak sendiri, ada Nita dan Unying. Unying yang duduk di pojok dekat jendela tampak bahagia dengan perjalanan kali ini. Dan ...dia cepat sekali tidur. Nita dan saya asik bernostalgia. Kami memang teman lama. Mobil travel yang kami tumpangi melewati jalur favorit. Semarang - Bawen - Jambu - Pringsurat - Temanggung. Saya selalu 'tersihir' oleh pemandangan si Gunung kembar, Sindoro dan Sumbing. Keduanya tampak serasi dan gagah. Saya semakin tak sabar, karena  akan melihat keduanya lebih dekat. Kami turun di antara berlikunya jalur sebelum memas...

Mengenal Kota Pekalongan dalam 1/2 Hari

Kota Pekalongan sangat dikenal sebagai sentra batik berkualitas. Sejak dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009, geliat industri batik semakin berkembang. Showroom dan Workshop batik mudah dijumpai di setiap sudut kota. Permintaan juga semakin meningkat. Tak sedikit pecinta batik yang sengaja datang langsung ke kota di pesisir pantai utara Jawa ini untuk berburu aneka batik. Namun, kota Pekalongan tidak hanya tentang batik. Banyak potensi wisata lainnya yang menarik untuk dikunjungi. Jika hanya memiliki sedikit waktu untuk liburan, kota Pekalongan menjadi pilihan. Karena di kota ini, Anda dapat mengunjungi 5 tempat menarik hanya dalam setengah hari. Ini dia! Museum Batik Pekalongan Menempati bangunan bekas kantor keuangan Pabrik Gula pada masa kolonial Belanda, Museum Batik Pekalongan terletak sangat strategis di kawasan budaya Jetayu, tepatnya Jl. Jetayu No. 1, Kota Pekalongan. Sejak diresmikan oleh Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoy...

'Khatam' Jawa Tengah

Bermula dari angan-angan ingin ikut study tour ke Bali, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di JAWA. Itu berarti, saya harus migrasi alias merantau ke kota di Jawa Tengah atau Jogja.  Kota Jogja cukup familiar buat saya karena Ibu sering mengajak saya ke pasar Beringharjo untuk kulakan (jualan) batik. Biasanya lagi, berujung dengan makan nasi rames di los pasar bagian dalam. Maka, Jogja adalah impian. Ternyata, saya justru bersekolah di sebuah kota mungil dan sejuk di utara Jogja, kota Magelang. Menariknya, kota ini dikelilingi gunung dan pegunungan. Konon, itulah mengapa nama kota ini Magelang yang merupakan singkatan dari Maha Gelang atau gelang yang besar. Meski telah dikelilingi gunung dan perbukitan, di tengah kota Magelang terdapat bukit Tidar yang rimbun dengan pepohonan pinus. Alam dan masyarakatnya membuat saya merasa nyaman tinggal di sini.  Dan Magelang bukan satu-satunya, saya juga merasakan hal yang sama saat tinggal di kota-kota lainnya di Jawa...