Skip to main content

Festival Durian Lokal Perkaya Khasanah Wisata Jawa Tengah

Februari- Maret adalah musim panen buah Durian. Sang raja buah ini menjadi ikon pada event- event wisata di berbagai daerah di Jawa Tengah. Dua event diantaranya yang sudah berlangsung ialah Festival Durian di  desa Lolong kabupaten Pekalongan pada Minggu (16/2) dan Candimulyo Kabupaten Magelang pada Jumat- Minggu (7-9/3)

Layaknya 'raja', puluhan buah durian diarak dengan tandu-tandu hias menuju area pembukaan acara. Beberapa produk durian unggulan pun diperlombakan. Tidak ketinggalan bazaar aneka sajian olahan dari buah durian. Masyarakat,terutama penggila durian, berduyun duyun datang demi mencicipi buah tropis ini.
Festival Durian menjadi bukti keunggulan buah lokal yang tak kalah dengan buah impor yang beredar di pasaran. Sekaligus memperkaya khasanah wisata Jawa Tengah melalui event-event wisata berbasis produk lokal. Semakin kaya dan beragam event di Jawa Tengah, maka akan semakin meningkat pula jumlah wisatawan yang datang berkunjung.

Setelah Pekalongan dan Magelang, Kabupaten Karanganyar siap menggelar Festival Durian Ngargoyoso pada tanggal 14-16 Maret mendatang.

Comments

Popular posts from this blog

Posong, Lukisan Alam di Kaki Sindoro

Baiklah, tenggo ! Tekad saya dalam hati. Saya akan pulang tepat waktu hari ini. Begitu 'Teng' , saya langsung 'Go' alias cabut. Pukul 11 siang, saya bergegas menuju parkiran, menyalakan motor, dan meluncur ke agen travel di daerah Sukun, sekitar 10 km perjalanan arah selatan Semarang. Pukul setengah dua siang, travel jurusan Purwokerto via Wonosobo meninggalkan keramaian 'terminal bayangan' Sukun. Saya tidak sendiri, ada Nita dan Unying. Unying yang duduk di pojok dekat jendela tampak bahagia dengan perjalanan kali ini. Dan ...dia cepat sekali tidur. Nita dan saya asik bernostalgia. Kami memang teman lama. Mobil travel yang kami tumpangi melewati jalur favorit. Semarang - Bawen - Jambu - Pringsurat - Temanggung. Saya selalu 'tersihir' oleh pemandangan si Gunung kembar, Sindoro dan Sumbing. Keduanya tampak serasi dan gagah. Saya semakin tak sabar, karena  akan melihat keduanya lebih dekat. Kami turun di antara berlikunya jalur sebelum memas...

Mengenal Kota Pekalongan dalam 1/2 Hari

Kota Pekalongan sangat dikenal sebagai sentra batik berkualitas. Sejak dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009, geliat industri batik semakin berkembang. Showroom dan Workshop batik mudah dijumpai di setiap sudut kota. Permintaan juga semakin meningkat. Tak sedikit pecinta batik yang sengaja datang langsung ke kota di pesisir pantai utara Jawa ini untuk berburu aneka batik. Namun, kota Pekalongan tidak hanya tentang batik. Banyak potensi wisata lainnya yang menarik untuk dikunjungi. Jika hanya memiliki sedikit waktu untuk liburan, kota Pekalongan menjadi pilihan. Karena di kota ini, Anda dapat mengunjungi 5 tempat menarik hanya dalam setengah hari. Ini dia! Museum Batik Pekalongan Menempati bangunan bekas kantor keuangan Pabrik Gula pada masa kolonial Belanda, Museum Batik Pekalongan terletak sangat strategis di kawasan budaya Jetayu, tepatnya Jl. Jetayu No. 1, Kota Pekalongan. Sejak diresmikan oleh Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoy...

'Khatam' Jawa Tengah

Bermula dari angan-angan ingin ikut study tour ke Bali, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di JAWA. Itu berarti, saya harus migrasi alias merantau ke kota di Jawa Tengah atau Jogja.  Kota Jogja cukup familiar buat saya karena Ibu sering mengajak saya ke pasar Beringharjo untuk kulakan (jualan) batik. Biasanya lagi, berujung dengan makan nasi rames di los pasar bagian dalam. Maka, Jogja adalah impian. Ternyata, saya justru bersekolah di sebuah kota mungil dan sejuk di utara Jogja, kota Magelang. Menariknya, kota ini dikelilingi gunung dan pegunungan. Konon, itulah mengapa nama kota ini Magelang yang merupakan singkatan dari Maha Gelang atau gelang yang besar. Meski telah dikelilingi gunung dan perbukitan, di tengah kota Magelang terdapat bukit Tidar yang rimbun dengan pepohonan pinus. Alam dan masyarakatnya membuat saya merasa nyaman tinggal di sini.  Dan Magelang bukan satu-satunya, saya juga merasakan hal yang sama saat tinggal di kota-kota lainnya di Jawa...