Skip to main content

Tebing 'Emas' Baturraden

Bukan tebing biasa. Tebing dengan paduan warna kuning keemasan dan coklat ini sebenarnya bukan destinasi wisata baru. Namun pamornya memang masih kalah dibandingkan destinasi lain yang berjarak tak jauh.

Berada di kawasan wanawisata baturraden yang terletak di bagian selatan kaki gunung slamet, tebing berwarna emas ini terlihat begitu memukau. Tebing yang dikenal dengan tebing belerang ini sebenarnya terbentuk dari aliran air panas bercampur belerang yang bersumber dari pancuran pitu.

Untuk mencapai tebing belerang, terlebih dahulu pengunjung harus memasuki kawasan wanawisata baturraden yang dikelola oleh Palawi Risorsis. Dari pintu gerbang, dengan mengandalkan kendaraan bermotor, pengunjung harus menempuh jarak 4 km ditemani pemandangan tumbuhan besar pinus dan damar di sisi kanan dan kiri.



Setelah tiba di area parkir, pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga menuju pancuran pitu. Dari pancuran pitu, dengan mengikuti papan petunjuk,  puluhan anak tangga kembali harus dilalui untuk menuju ke bawah. Kondisi tangga menurun menuju tebing belerang cukup curam, sehingga harus lebih berhati-hati. Apalagi di saat musim hujan, jalan setapak yang terbuat dari batu alam menjadi lebih licin.

Melihat tebing belerang dari dekat bagai negeri dalam dongeng. Tebing berwarna cerah serta air yang jatuh dari ketinggian, walau sudah tidak begitu hangat. Pemandangan istimewa, bukti kebesaran Sang Pencipta.
Kawasan wisata baturraden di Kabupaten Banyumas memang salah satu destinasi unggulan jawa tengah. Berada pada ketinggian sekitar 600 m di atas permukaan laut, Baturraden merupakan kawasan hutan yang kaya akan flora khas daerah tropis.


Sedikitnya ada 6 daya tarik wisata alam yang bisa dijumpai di baturraden, yakni sumber air panas pancuran pitu, pancuran telu, air terjun gumiwang, curug bayan, telaga sunyi, dan tentu saja lebatnya hutan pohon damar dan pinus. Kawasan baturraden juga sangat cocok sebagai area kegiatan outbound.

Area wisata di baturraden :
1. Lokawisata Baturraden (Pancuran telu, Air terjun Gumiwang, Water Park)
2. Wanawisata Baturraden (Pancuran pitu, telaga sunyi, outbound,camping, villa)
3. Desa Wisata Ketenger
4. Baturraden Adventure Forest (Outbound, Camping)

Comments

Popular posts from this blog

Posong, Lukisan Alam di Kaki Sindoro

Baiklah, tenggo ! Tekad saya dalam hati. Saya akan pulang tepat waktu hari ini. Begitu 'Teng' , saya langsung 'Go' alias cabut. Pukul 11 siang, saya bergegas menuju parkiran, menyalakan motor, dan meluncur ke agen travel di daerah Sukun, sekitar 10 km perjalanan arah selatan Semarang. Pukul setengah dua siang, travel jurusan Purwokerto via Wonosobo meninggalkan keramaian 'terminal bayangan' Sukun. Saya tidak sendiri, ada Nita dan Unying. Unying yang duduk di pojok dekat jendela tampak bahagia dengan perjalanan kali ini. Dan ...dia cepat sekali tidur. Nita dan saya asik bernostalgia. Kami memang teman lama. Mobil travel yang kami tumpangi melewati jalur favorit. Semarang - Bawen - Jambu - Pringsurat - Temanggung. Saya selalu 'tersihir' oleh pemandangan si Gunung kembar, Sindoro dan Sumbing. Keduanya tampak serasi dan gagah. Saya semakin tak sabar, karena  akan melihat keduanya lebih dekat. Kami turun di antara berlikunya jalur sebelum memas...

Mengenal Kota Pekalongan dalam 1/2 Hari

Kota Pekalongan sangat dikenal sebagai sentra batik berkualitas. Sejak dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009, geliat industri batik semakin berkembang. Showroom dan Workshop batik mudah dijumpai di setiap sudut kota. Permintaan juga semakin meningkat. Tak sedikit pecinta batik yang sengaja datang langsung ke kota di pesisir pantai utara Jawa ini untuk berburu aneka batik. Namun, kota Pekalongan tidak hanya tentang batik. Banyak potensi wisata lainnya yang menarik untuk dikunjungi. Jika hanya memiliki sedikit waktu untuk liburan, kota Pekalongan menjadi pilihan. Karena di kota ini, Anda dapat mengunjungi 5 tempat menarik hanya dalam setengah hari. Ini dia! Museum Batik Pekalongan Menempati bangunan bekas kantor keuangan Pabrik Gula pada masa kolonial Belanda, Museum Batik Pekalongan terletak sangat strategis di kawasan budaya Jetayu, tepatnya Jl. Jetayu No. 1, Kota Pekalongan. Sejak diresmikan oleh Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoy...

'Khatam' Jawa Tengah

Bermula dari angan-angan ingin ikut study tour ke Bali, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di JAWA. Itu berarti, saya harus migrasi alias merantau ke kota di Jawa Tengah atau Jogja.  Kota Jogja cukup familiar buat saya karena Ibu sering mengajak saya ke pasar Beringharjo untuk kulakan (jualan) batik. Biasanya lagi, berujung dengan makan nasi rames di los pasar bagian dalam. Maka, Jogja adalah impian. Ternyata, saya justru bersekolah di sebuah kota mungil dan sejuk di utara Jogja, kota Magelang. Menariknya, kota ini dikelilingi gunung dan pegunungan. Konon, itulah mengapa nama kota ini Magelang yang merupakan singkatan dari Maha Gelang atau gelang yang besar. Meski telah dikelilingi gunung dan perbukitan, di tengah kota Magelang terdapat bukit Tidar yang rimbun dengan pepohonan pinus. Alam dan masyarakatnya membuat saya merasa nyaman tinggal di sini.  Dan Magelang bukan satu-satunya, saya juga merasakan hal yang sama saat tinggal di kota-kota lainnya di Jawa...