Skip to main content

Jurnalis Yordania : Empat Musim dalam Seminggu

 Exploring completely Dieng Plateau

Pesona wisata Dataran Tinggi Dieng selalu ‘menyihir’ siapa saja yang datang berkunjung. Bagaikan negeri di atas awan, Dieng berhasil memukau para pecinta wisata, pejalan, petualang, backpacker baik dari dalam maupun luar negeri.

Seperti yang terekam dalam perjalanan Fam Tour Media dari Yordania ke Dataran Tinggi Dieng pada Jum’at (25/4) dan Sabtu (26/4). Para peserta Fam Tour yang terdiri dari Fouad George Elias El-Kharsheh (Presenter Ro’ya TV), Eyad Mostafa Abd Rabboh Soufan (Kameramen Ro’ya TV), Marwan M.S. Sudah (Jurnalis), Elena Yoroslav Grigoriy Nedoguin (Jurnalis), dan Omar Mohammad Nazzal Armouti (Jurnalis), tak henti-hentinya menyatakan kekaguman pada setiap Daya Tarik Wisata (DTW) yang mereka datangi, antara lain Perkebunan Teh Tambi, candi Arjuna, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Kawah Sileri, Telaga Merdada, Telaga Warna, Dieng Plateau Theatre, dan Kawah Sikidang.

Presenter Ro’ya TV, Fouad George Elias El-Kharsheh mengatakan, meskipun di Yordania terdapat situs bersejarah yang telah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi, namun keberadaan Candi Arjuna sebagai bagian peninggalan peradaban Jawa dari masa lampau sangat menarik. “I’m dying, send me home now, because of the beauty…”, ujar presenter TV swasta ternama di Yordania tersebut. Elena Yoroslav Grigoriy Nedoguin, Jurnalis senior asal Russia ini mengatakan, “Kami telah melewati 4 musim dalam satu minggu yang menyenangkan.” Serupa dengan Fouad dan Elena, Omar Armuti, jurnalis senior yang juga seorang penulis buku mengatakan bahwa Jawa Tengah memiliki pemandangan yang fantastik dan masyarakat yang bersahabat.

Sebelumnya peserta Fam Tour telah mengunjungi DTW Unggulan Jawa Tengah lainnya di Kota Semarang, Karimunjawa, dan Kabupaten Jepara sejak Senin (21/4) lalu.
 
 Capturing morning in Dieng

Fam Tour merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk memperkenalkan destinasi pariwisata Jawa Tengah ke Mancanegara. Selain dari media luar negeri, Fam Tour juga telah melibatkan mahasiswa asing, para blogger, dan komunitas fotografer dalam mempromosikan wisata Jawa Tengah.

[rtr/pms]

*Ditulis untuk www.central-java-tourism.com

Comments

Popular posts from this blog

Posong, Lukisan Alam di Kaki Sindoro

Baiklah, tenggo ! Tekad saya dalam hati. Saya akan pulang tepat waktu hari ini. Begitu 'Teng' , saya langsung 'Go' alias cabut. Pukul 11 siang, saya bergegas menuju parkiran, menyalakan motor, dan meluncur ke agen travel di daerah Sukun, sekitar 10 km perjalanan arah selatan Semarang. Pukul setengah dua siang, travel jurusan Purwokerto via Wonosobo meninggalkan keramaian 'terminal bayangan' Sukun. Saya tidak sendiri, ada Nita dan Unying. Unying yang duduk di pojok dekat jendela tampak bahagia dengan perjalanan kali ini. Dan ...dia cepat sekali tidur. Nita dan saya asik bernostalgia. Kami memang teman lama. Mobil travel yang kami tumpangi melewati jalur favorit. Semarang - Bawen - Jambu - Pringsurat - Temanggung. Saya selalu 'tersihir' oleh pemandangan si Gunung kembar, Sindoro dan Sumbing. Keduanya tampak serasi dan gagah. Saya semakin tak sabar, karena  akan melihat keduanya lebih dekat. Kami turun di antara berlikunya jalur sebelum memas...

Mengenal Kota Pekalongan dalam 1/2 Hari

Kota Pekalongan sangat dikenal sebagai sentra batik berkualitas. Sejak dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009, geliat industri batik semakin berkembang. Showroom dan Workshop batik mudah dijumpai di setiap sudut kota. Permintaan juga semakin meningkat. Tak sedikit pecinta batik yang sengaja datang langsung ke kota di pesisir pantai utara Jawa ini untuk berburu aneka batik. Namun, kota Pekalongan tidak hanya tentang batik. Banyak potensi wisata lainnya yang menarik untuk dikunjungi. Jika hanya memiliki sedikit waktu untuk liburan, kota Pekalongan menjadi pilihan. Karena di kota ini, Anda dapat mengunjungi 5 tempat menarik hanya dalam setengah hari. Ini dia! Museum Batik Pekalongan Menempati bangunan bekas kantor keuangan Pabrik Gula pada masa kolonial Belanda, Museum Batik Pekalongan terletak sangat strategis di kawasan budaya Jetayu, tepatnya Jl. Jetayu No. 1, Kota Pekalongan. Sejak diresmikan oleh Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoy...

'Khatam' Jawa Tengah

Bermula dari angan-angan ingin ikut study tour ke Bali, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di JAWA. Itu berarti, saya harus migrasi alias merantau ke kota di Jawa Tengah atau Jogja.  Kota Jogja cukup familiar buat saya karena Ibu sering mengajak saya ke pasar Beringharjo untuk kulakan (jualan) batik. Biasanya lagi, berujung dengan makan nasi rames di los pasar bagian dalam. Maka, Jogja adalah impian. Ternyata, saya justru bersekolah di sebuah kota mungil dan sejuk di utara Jogja, kota Magelang. Menariknya, kota ini dikelilingi gunung dan pegunungan. Konon, itulah mengapa nama kota ini Magelang yang merupakan singkatan dari Maha Gelang atau gelang yang besar. Meski telah dikelilingi gunung dan perbukitan, di tengah kota Magelang terdapat bukit Tidar yang rimbun dengan pepohonan pinus. Alam dan masyarakatnya membuat saya merasa nyaman tinggal di sini.  Dan Magelang bukan satu-satunya, saya juga merasakan hal yang sama saat tinggal di kota-kota lainnya di Jawa...