Sejak masa Kerajaan hingga Kolonial, beberapa daerah di Jawa
Tengah merupakan pusat pemerintahan
maupun perdagangan. Tak heran jika banyak peninggalan bersejarah berupa
bangunan-bangunan yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini, seperti
benteng, kantor, stasiun, dan sebagainya.
Salah satu bukti peninggalan bersejarah di Jawa Tengah ialah benteng Van
Der Wijck.
Benteng Van Der Wijck - Gombong
Pada masa pendudukan Jepang, kompleks Benteng Van Der Wijck
difungsikan sebagai tempat pelatihan anggota PETA (Pembela Tanah Air), sebuah
organisasi tentara Indonesia bentukan Jepang untuk menghadapi sekutu. Pada masa
ini, Jepang menutupi tulisan-tulisan Belanda dengan cat hitam.
Belanda kembali menguasai Gombong melalui Agresi Militer
pada Juli 1947. Selanjutnya Belanda menciptakan garis demarkasi atau garis
batas yang dikenal dikenal dengan nama garis Demarkasi Van Mook sebagai batas
kekuasaan Belanda-Indonesia. Adapun Kompleks Benteng Van Der Wijck dijadikan
sebagai markas pertahanan terdepan untuk menghadapi kekuatan RI yang berada di
timur Sungai Kemit.
Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, kompleks benteng
dimanfaatkan oleh TNI Angkatan Darat. kerjasama dengan pihak swasta selaku investor,
Benteng Van Der Wijck dikembangkan sebagai Daya Tarik Wisata sejak tahun 2000
silam. Kini kompleks Benteng Van Der Wijck telah dilengkapi dengan beragam
fasilitas , antara lain permainan anak, gedung pertemuan, serta hotel wisata
yang masih mempertahankan arsitektur asli bangunan.
Selain wisata sejarah, Kebumen juga memiliki potensi wisata
bahari yang sangat luas membentang di
bagian selatan, antara lain Pantai Menganti, Pantai Logending, Pantai Suwuk,
Pantai Petanahan, dan Pantai Karangbolong. Masing- masing memiliki keunikan
tersendiri dengan ombak besar khas pantai selatan.
*Ditulis untuk www.central-java-tourism.com
*Ditulis untuk www.central-java-tourism.com
Comments