"Coba Mbak, cari di internet dengan kata kunci Dijeng, dengan 'j'," ujar Pak Alif, seorang penggiat wisata di Dieng Kulon. Fasilitas wifi di homestay milik Pak Alif menjadi andalan untuk segera ber-googling ria. Yes, ini dia.
"Gambar itu diambil oleh orang Belanda dari bukit pangonan. Pemandangannya tidak kalah dengan Sikunir", jelasnya. Saya menunjukkan gambar hasil googling untuk memastikan.
"Rencana, dalam waktu dekat kita mau me-launching bukit pangonan," tambahnya
Nah lho, baru kembali dari puncak sikunir sudah diiming-imingi spot ketinggian lainnya. Duh Dijeng, pesonamu....
Puncak Sikunir
Ini dia, gapura 'Welcome to Sembungan Village, desa tertinggi di Jawa'. Segera kami mencari parkir sebelum penuh. Sekitar pukul 3 pagi, kami memulai pendakian. Sebelumnya, transit di toilet umum adalah keputusan bijak, mengingat udara yang dingin. Brrr....
Baru sampai di jalan masuk, kami mendengar percakapan. Salah satunya berkata, "Nanti saja naiknya, masih jam segini."
Kami yang mendengar dibuat galau.
Akhirnya, kami memutuskan tetap pergi. "Mbak, nanti ada pertigaan ambil yang kanan," terngiang pesan sang juru parkir. "Kalau ambil yang kiri,nanti tidak bertemu dengan yang lainnya," tambahnya. Sekilas terdengar seperti pesan horor.
Belum sampai setengah jalan, kami sudah disusul oleh rombongan lainnya. Antrian mulai mengular. Semua berbekal senter bak akan menonton konser idol group. Semua semangat mendaki, menuju puncak sikunir.
Bagi para pecinta fotografi dan pemburu matahari terbit, puncak sikunir adalah lokasi favorit. Dari lokasi ini, pengunjung dapat melihat gugusan bintang dengan mata telanjang tanpa polusi cahaya. Saat waktu pagi menjelang, the golden sunrise menjadi lakon utama.
"Gambar itu diambil oleh orang Belanda dari bukit pangonan. Pemandangannya tidak kalah dengan Sikunir", jelasnya. Saya menunjukkan gambar hasil googling untuk memastikan.
"Rencana, dalam waktu dekat kita mau me-launching bukit pangonan," tambahnya
Nah lho, baru kembali dari puncak sikunir sudah diiming-imingi spot ketinggian lainnya. Duh Dijeng, pesonamu....
Puncak Sikunir
Ini dia, gapura 'Welcome to Sembungan Village, desa tertinggi di Jawa'. Segera kami mencari parkir sebelum penuh. Sekitar pukul 3 pagi, kami memulai pendakian. Sebelumnya, transit di toilet umum adalah keputusan bijak, mengingat udara yang dingin. Brrr....
Baru sampai di jalan masuk, kami mendengar percakapan. Salah satunya berkata, "Nanti saja naiknya, masih jam segini."
Kami yang mendengar dibuat galau.
Akhirnya, kami memutuskan tetap pergi. "Mbak, nanti ada pertigaan ambil yang kanan," terngiang pesan sang juru parkir. "Kalau ambil yang kiri,nanti tidak bertemu dengan yang lainnya," tambahnya. Sekilas terdengar seperti pesan horor.
Belum sampai setengah jalan, kami sudah disusul oleh rombongan lainnya. Antrian mulai mengular. Semua berbekal senter bak akan menonton konser idol group. Semua semangat mendaki, menuju puncak sikunir.
Bagi para pecinta fotografi dan pemburu matahari terbit, puncak sikunir adalah lokasi favorit. Dari lokasi ini, pengunjung dapat melihat gugusan bintang dengan mata telanjang tanpa polusi cahaya. Saat waktu pagi menjelang, the golden sunrise menjadi lakon utama.
Comments